Selasa, 12 Juni 2012

Hakikat Kemampuan Menghitung Perkalian dan Pembagian


Hakikat Kemampuan Menghitung Perkalian dan Pembagian
a. Pengertian Kemampuan Menghitung Perkalian
Matematika merupakan disiplin ilmu yang mempunyai sifat belajar khas jika dibandingkan dengan ilmu yang lain. Kegiatan pembelajaran matematika sebaiknya tidak disamakan begitu saja dengan ilmu yang lain, karena setiap siswa yang belajar matematika itu berbeda-beda kemampuannya. Maka kegiatan pembelajaran matematika haruslah diatur sekaligus memperhatikan kemampuan siswa. Salah satu aspek dalam matematika adalah berhitung. Berhitung dalam matematika terdapat dihampir sebagian besar cabang matematika seperti aljabar, geometri dan statistika.
“Kemampuan menghitung mengungkapkan bagaimana seseorang memahami ide-ide yang diekspresikan dalam bentuk angka-angka dan bagaimana jenisnya seseorang dapat berfikir dan menalar angka-angka”. Menurut Aisyah, dkk (2007:5-6) “Kemampua menghitung merupakan salah satu kemampuan yang penting dalam kehidupan sehari-hari, dapat dikatakan bahwa dalam semua aktifitas kehidupan manusia memerlukan kemampuan ini”.
Kemampuan menghitung dalam penelitian ini mengenai kemampuan numerik siswa, karena numerik adalah kemampuan hitung menghitung dengan angka-angka. Kemampuan ini dapat menunjang cara berfikir yang cepat, tepat dan cermat yang sangat mendukung keterampilan siswa dalam memahami simbol-simbol dalam matematika. Menurut Slameto dalam Sulis, (2007:14) kemampuan numerik mencakup kemampuan standar tentang bilangan, kemampuan berhitung yang mengandung penalaran dan keterampilan aljabar. Kemampuan mengopreasikan bilangan meliputi operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
Pada Hakikatnya perkalian adalah penjumlahan bilangan yang sama sebanyak “n” kali. Sedangkan menurut Steve Slavin (2005:176) “perkalian adalah penjumlahan yang sangat cepat”. “Pengertian perkalian dipahami sebagai penjumlahan yang berulang”.
(http://www.google.co.id/gwt/n?u=tp.p4tkmatematika.org.bilanganABC). Pada operasi perkalian pada bilangan cacah berlaku sifat komutatif dan asosiatif , yaitu bilangan yang dikalikan saling ditukar tempatnya, hasilnya tetap sama. Prinsipnya perkalian sama dengan penjumlahan secara berulang. Oleh karena itu kemampuan prasyarat yang harus dimiliki siswa sebelum mempelajari perkalian adalah penguasan penjumlahan.
Menurut Ruseffendi (1992:18) definisi : Jika a dan b bilangan cacah, A dan B adalah himpunan yang terhingga sedemikian hingga n(A)=a dan n(B)=b, maka a x b=n (axb).(axb dapat ditulis a.b).
Perkalian adalah operasi matematika penskalaan satu bilangan dengan bilangan lain. Operasi ini adalah salah satu dari empat operasi dasar di dalam aritmatika dasar (yang lainnya adalah penjumlahan, pengurangan, dan pembagian).
Perkalian terdefinisi untuk seluruh bilangan di dalam suku-suku penjumlahan yang diulang-ulang : misalnya, 3 dikali 4 (sering kali dibaca 3 kali 4) dapat dihitung dengan menjumlahkan 3 salinan dari 4 bersama-sama. Perkalian bilangan rasional (pecahan) dan bilangan real didefinisi oleh perumusan gagasan dasar ini. Perkalian dapat juga digambarkan sebagai pencacahan objek yang disusun di dalam persegi panjang (untuk semua bilangan) atau seperti halnya penentuan luas persegi panjang yang sisi-sisinya memberikan panjang (untuk bilangan secara umum). Balikan dari perkalian adalah pembagian, ketika 3 kali 4 sama dengan 12, maka 12 dibagi 3 sama dengan 4.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa perkalian adalah penjumlahan yang berulang sebanyak “n” dan berlaku sifat komutatif dan asosiatif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar